Home Kesehatan Umum 8 Cara Mengobati Cacingan Pada Anak-anak dan Orang Dewasa

8 Cara Mengobati Cacingan Pada Anak-anak dan Orang Dewasa

Infeksi cacing kremi termasuk ke dalam jenis infeksi parasit yang terjadi di usus seseorang, terutama anak-anak. Kondisi ini lumayan sering terjadi di Indonesia, yang mana biasanya disebabkan oleh kurang rajin menjaga kesehatan dan cuci tangan.

Orang dewawa pun tentunya dapat dengan mudah menelan jenis parasit yang satu ini tanpa mereka sadari. Setelah cacing masuk ke dalam perut, mereka akan melakukan perjalanan melalui sistem pencernaan dan bertelur di lipatan kulit di dekat anus, sehingga seringkali menyebabkan rasa terbakar atau gatal yang ekstrim di sekitar dubur anda.

Terdapat beberapa cara mengusir parasit dalam usus anda, terutama dalam bentuk makanan herbal dan obat-obatan. Beberapa diantaranya hanya dijadikan sebagai dukungan pengobatan saja, atau hanya sebagai pertolongan pertama sebelum anda memeriksakan diri ke dokter.

Adapun beberapa cara mengobati perut yang terkena cacingan sudah kami paparkan di bawah ini secara lengkap.

8 Cara Mengobati Cacingan

Bawang Putih

Bawang putih dikatakan dapat membunuh telur yang sudah bertebaran di usus sekaligus mencegah cacing kremi betina untuk bertelur lebih banyak lagi. Anda bisa menelan sayuran ini dalam dosis kecil atau mengoleskannya secara topikal seperti salep. Tetapi penggunaannya sebagai obat luar memiliki efek samping tersendiri, terutama jika anda memiliki wasir.

Jika anda ingin menelan bawang putih mentah dalam bentuk utuh, pastikan dipotong dadu terlebih dahulu untuk memudahkan perut dalam mencernanya. Anda juga boleh menjadikannya sebagai pasta dengan cara ditumbuk halus atau taburkan ke atas roti agar lebih mudah saat dimakan.

Cara ini tentunya tidak hanya efektif dalam melawan cacing kremi saja. Dikarenakan mengandung efek antibakteri, antiparasit, antivirus, dan antijamur, maka beberapa orang juga mengonsumsi bawang putih dengan tujuan untuk mengusir infeksi cacing tambang dan cacing gelang yang tak kalah berbahayanya.

Minyak Kelapa

Selain memiliki sifat antibakteri dan antivirus di dalamnya, minyak kelapa juga tentunya bisa digunakan untuk membantu membersihkan infeksi cacing kremi yang tengah menyerang anda.

Terdapat dua langkah untuk menjalani perawatan yang satu ini. Pertama, telan satu sendok teh minyak kelapa murni setiap pagi. Kedua, oleskan sedikit minyak kelapa ke area yang telah terkena, atau anus anda.

Sama halnya seperti bawang putih, mengoleskan minyak di kelapa di sekitar anus anda juga dapat mencegah cacing betina bertelur di sana. Hampir segala bentuk infeksi parasit di usus bisa diatasi dengan cairan ini karena mengandung sifat anti parasit, termasuk mengatasi infeksi Candida albicans.

Wortel Mentah

Lagi-lagi makanan mentah bisa menjadi obat bagi parasit cacing di usus anda. Diperkirakan bahwa mengonsumsi wortel mentah (bisa diparut terlebih dahulu) sebanyak dua kali sehari bisa mendorong cacing melalui usus anda. Hal ini disebabkan karena wortel sangat kaya akan serat dan mampu meningkatkan pencernaan serta melancarkan BAB.

Baca juga  Riwayat Penyakit yang Dilarang Donor Darah
Baca juga  Bahasa malas minum air putih bagi kesehatan

Dikarenakan kemampuannya tersebutlah, wortel dapat membantu mendorong cacing kremi keluar dari usus anda. Terlebih jika anda tidak memiliki alergi terhadap sayuran yang kaya akan vitamin A ini, maka bisa menjadi obat rumahan yang sangat aman untuk dilakukan.

Biji Labu

Biji labu mengandung senyawa yang disebut sebagai cucurbitacin. Sementara penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa tersebut mungkin membuat biji-bijian ini sangat efektif dalam melawan parasit internal. Malahan Farmakope Amerika Serikat mendaftarkan biji labu sebagai pengobatan untuk parasit usus pada tahun 1863-1936.

Ditambah lagi, biji labu memiliki beberapa efek antihelmintik, artinya dapat memingsankan atau mengusir cacing dalam perut anda secara alami. Bersama dengan triterpen tetrasiklik yang dimilikinya, beberapa jenis parasit yang menyerang tubuh pun bisa diatasi dengan lebih mudah.

Tergantung dari tingkat keparahan dan banyaknya parasit dalam tubuh anda, biasanya pengobatan dengan menggunakan biji labu bisa memakan waktu hanya dalam kurun waktu 3 hingga 6 hari saja.

Secara lebih spesifiknya, benih labu dan jenis tanaman merambat lainnya yang mengandung curcubitacin telah banyak digunakan untuk mengusir cacing pita dan cacing gelang baik pada spesies ternak domestik maupun pada manusia selama bertahun-tahun.

Biji Pepaya

Dalam sebuah penelitian di tahun 2012 terhadap tikus mendemonstrasikan bahwa biji pepaya mungkin bisa mengatasi infeksi cacing yang membandel.

Sementara pada manusia juga hampir memberikan efek serupa, yaitu mampu mengobati parasit pada usus tanpa efek samping yang berarti. Mengkonsumsinya saat terkena infeksi ini bisa menjagi strategi monoterapi dan pencegahan yang sangat murah, alami, tidak berbahaya, dan siap tersedia untuk melawan parasitosis usus, terutama di daerah tropis.

Tetapi penting untuk dicatat agar anda tidak boleh memakannya lebih dari 1 sdm secara sekaligus. Kelebihan mengonsumsinya bisa mengurangi kesuburan pada pria, menyebabkab diare, dan berbahaya bagi janin di dalam perut ibu hamil.

Mebendazole

Jika kelima pilihan diatas menggunakan obat herbal, lain lagi dengan yang satu ini. Mebendazole termasuk ke dalam jenis obat OTC yang bisa anda pilih jika kelima opsi di atas tidak kunjung memberikan hasil yang positif.

Baca juga  Dampak buruk kecanduan gadget pada anak

Hanya saja mebendazole tidak akan mampu membunuh telur-telur cacing yang sudah bersarang di usus anda. Inilah kenapa anda harus mengonsumsinya terus menerus selama 2 minggu pasca kesembuhan demi terhindar dari infeksi berulang.

Sisi positifnya adalah obat ini bisa langsung bekerja, tetapi mungkin akan butuh beberapa hari hingga cacing dalam perut anda terbunuh semua.

Tetapi yang namanya obat kimia, tentu bisa mendatangkan anda sejumlah kemungkinan efek samping, yang beberapa diantaranya

  • Kotoran berubah menjadi berwarna hitam
  • Kejang-kejang
  • Demam dengan atau tanpa menggigil
  • Perasaan lelah atau lemah
  • Gatal-gatal atau ruam kulit
  • Pembengkakan besar pada wajah, kelopak mata, bibir, lidah, tenggorokan, tangan, kaki, atau bahkan organ vital.
  • Mual dan muntah

Hentikan penggunaan jika mengalami hal-hal di atas, terlebih jika efek samping tersebut terjadi cukup parah.

Albendazole

Masih berbicara mengenai obat kimia, hanya saja Albendazole memiliki cara yang berbeda dalam mengatasi cacingan anda. Obat ini akan bekerja dengan cara mencegah cacing menyerap glukosa dari dalam tubuh anda, sehingga parasit akan kehilangan energi dan mati dengan sendirinya.

Baca juga  Makan Tengah Malam dan Bahaya Yang Mengancam

Obat ini biasanya harus berdasarkan resep dokter dan diminum sebanyak 1 hingga 2 kali sehari, tergantung dari kondisi kesehatan anda saat ini. Pastikan pula anda menggunakannya dalam jangka waktu yang telah diresepkan, bahkan jika gejalanya sudah membaik dan cacing sudah mati.

Melewatkan pengobatan malah bisa membuat cacing merasa resisten terhadap obat sehingga akan memperparah keadaan.

Pyrantel Pamoate

Obat ini bisa digunakan untuk mengobati infeksi cacing usus seperti cacing kremi, cacing gelang, dan cacing tambang. Pyrantel pamoate sendiri termasuk ke dalam jenis obat yang dikenal sebagai antihelmintik (seperti biji labu). Cara kerjanya adalah dengan membuat cacing tidak bisa bergerak (lumpuh) sehingga tubuh bisa mengeluarkannya secara alami melalui proses BAB.

Saking kuatnya, baik albendazole dan pyrantel pamoate telah dievaluasi untuk cacing kremi dengan tingkat kesembuhan masing-masing sebanyak 94,1% dan 96,3%.

Obat pyrantel datang dalam bentuk kapsul dan sirup, tetapi anda cukup mengonsumsinya satu dosis saja. Dosisnya biasanya akan diulang setelah 2 minggu untuk infeksi cacing kremi. Sementara untuk infeksi cacing tambang mengharuskan anda meminumnya sekali sehari selama 3 hari. Untuk lebih amannya, selalu ikuti anjuran dan resep dari dokter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read